tukang koran info

Tampilkan postingan dengan label artikel exodus99. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel exodus99. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Juli 2022

Fajar/Rian Juara Malaysia Masters 2022

 Fajar Alfian/M Rian Ardianto juara Malaysia Masters 2022 usai mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan 21-12, 21-19 di Axiata Arena, Minggu (10/7).

Fajar/Rian unggul 4-0 atas Ahsan/Hendra pada awal gim pertama berkat smes keras Fajar dan juga kesalahan pengembalian bola Hendra.

Artikel exodus99


Eror yang dilakukan Rian dalam menempatkan bola ke lapangan lawan membuat Ahsan/Hendra meraih poin pertama 1-5.

Fajar/Rian unggul 11-5 pada interval gim pertama, setelah return service Rian tidak bisa dikembalikan Ahsan.

Permainan cepat diperagakan Fajar/Rian. Fajar yang banyak bertugas di depan net sengan sigap menyergap pengembalian bola Ahsan/Hendra.

Pengembalian dari Ahsan yang terlalu melebar membuat Fajar/Rian unggul 19-11. Smes keras Rian yang tidak bsa dikembalikan Hendra dengan sempurna membuat Fajar/Rian menang 21-12 pada gim pertama.


Pada gim kedua Ahsan/Hendra kembali tertinggal dari Fajar/Rian, 3-5. Tetapi Ahsan/Hendra segera bangkit dengan berbalik unggul 7-5.


Smes keras Ahsan tidak bisa dikembalikan Rian yang membuat The Daddies unggul 8-7. Poin Ahsan/Hendra bertambah jadi 9-7 setelah pengembalian bola Fajar tidak sempurna.

Pengembalian bola yang tidak sempurna dari Hendra saat melakoni drive membuat Fajar tidak membuang peluang guna menyamakan skor kadi 17-17.

Netting tipis yang gagal dari Hendra membuat Fajar/Rian menambah keunggulan jadi 19-18. Netting yang lagi-lagi gagal dari Ahsan/Hendra membuat Fajar/Rian meraih match point 20-19.

Pukulan Rian yang dianggap melebar di-challenge. Hasilnya video menyatakan masuk. Fajar/Rian menang 21-19 sekaligus juara Malaysia Masters 2022

sumber CNN

Share:

Sabtu, 09 Juli 2022

Piala Presiden 2022: Mengukur Peluang PSIS Semarang Lolos ke Final

 Senin (11/7/2022), PSIS Semarang bertamu ke kandang Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Partai tersebut merupakan leg kedua semifinal Piala Presiden 2022.


Arema FC sedang berada di atas angin karena berhasil mengalahkan PSIS Semarang dengan skor 2-0 pada leg pertama di Stadion Jatidiri, Semarang, Kamis (7/7/2022) sore WIB.


Berbicara tentang peluang final Piala Presiden 2022, Mahesa jenar memiliki dua syarat untuk lolos ke partai puncak turnamen tersebut. Skema pertama PSIS harus mengungguli Singo Edan dengan selisih minimal tiga gol. Sedangkan opsi lain adalah Mahesa Jenar unggul dua gol dari tim tuan rumah lalu memperjuangkan nasib di babak adu penalti.


Berkaca dari leg pertama Piala Presiden 2022, Tim besutan Sergio Alexandrei sangat mendominasi jalannya pertandingan, terutama dalam penguasaan bola dan tembakan ke gawang. Total PSIS berhasil menorehkan 54% ball posession dan melepaskan 17 tembakan mengarah ke gawang Arema FC, di mana delapan tepat sasaran.

Namun, dalam segi efektivitas Tasei Marukawa dan kawan-kawan harus mengakui kehebatan Arema FC. Singo Edan berhasil menyarangkan bola ke jala Kiper PSIS Semarang dua kali selepas jeda. Abel Camara dan Gian Zola yang sukses mencatatkan nama mereka ke papan skor pada menit 79 dan 89.

Unggul dengan dua gol dengan Carlos Fortes cedera dan bermain di markas sendiri, banyak pecinta sepak bola netral Tanah Air yang lebih mengunggulkan Arema FC ketimbang PSIS Semarang pada laga nanti. 

Namun, kans PSIS tidak sepenuhnya tertutup. Berikut analisis peluang PSIS dalam perebutan tiket final Piala Presiden 2022 pada leg kedua nanti.

Disaksikan oleh pendukung sendiri, Mahesa Jenar langsung tancap gas dari awal pertandingan. Peluang pertama PSIS terjadi pada menit keenam ketika umpan ciamik Carlos Fortes yang belum bisa diselesaikan dengan baik oleh Tensei Marukawa.

Piala Presiden 2022: Mengukur Peluang PSIS Semarang Lolos ke Final


Pada menit ke 18 Tensei Marukawa kembali mendapat peluang, tetapi kali ini tendangannya dapat diblok oleh pemain Arema Rizki Dwi. Tekanan demi tekanan dilakukan terus digecanrkan PSIS ke daerah pertahanan Arema FC, salah satu peluang emas terjadi saat Sunduluan Carlos Fortes yang membentur gawang lawan.


Dapat dikatakan babak pertama tim tamu tidak bisa berbuat banyak meski kedudukan 0-0 menghiasi papan skor.


Pada 15 menit awal babak kedua, Mahesa Jenar sangat mendominasi jalannya pertandingan. Namun di menit 65 petaka terjadi. Carlos Fortes harus ditandu keluar karena cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. 


Pertandingan pun dilanjutkan, Eduardo Almeida melakukan pergantian penting yaitu Adam Alis digantikan Evan Dimas, walaupun penguasaan bola masih dikuasi tuan rumah.


Tetapi, serangan Arema FC lebih mengalir dan tajam setelah Evan Dimas masuk. Akhirnya pada menit ke-79, pemain depan Abel Camara berhasil mencetak gol melalui umpan dari Sergio Silva.


Setelah kecolongan satu gol, tim besutan Sergio Alenxadrei berusaha untuk membalas. Namun di tengah asik menyerang, kiper Ray Redondo kembali mengambil bola dari jala gawangnya setelah pemain eks PersibBandung Gian Zola mencetak gol pada menit ke-89.


Peluit panjang pun ditiup, papan skor menunjukan skor 0-2. Arema FC memiliki modal yang bagus untuk menghadapi partai kedua di Stadion Kanjuruhan.



Calon top skorer Piala Presiden 2022, Carlos Fortes mengalami nasib buruk pada leg pertama kamis kemarin. Mantan pemain Arema itu harus ditarik keluar setelah mengalami cedera pada laga tersebut. 

Tim medis PSIS sudah memberi report bahwa kondisi Carlos Fortes mengalami cedera hamstring," kata Yoyok, Jumat (8/7/2022).

Menurut Yoyok, jika pemain terkena cedera hamstring maka masa pemulihannya cukup lama. Oleh karena itu, dia diragukan tampil pada laga leg kedua semifinal.

Cortes harus ditandu keluar saat laga berjalan di menit ke 60. Pemain asal Portugal tesebut mengalami salah tumpuan seteklah dilanggar oleh pemain belakang Arema FC.

Saat ini Carlos Fortes menempati posisi teratas pencetak gol terbanya Piala Presiden 2022. Dengan torehan lima golnya, eks Arema tersebut menghantarkan PSIS menjadi tim paling produktif di fase grup Piala Presiden 2022.


sumber 

Share:

Senin, 27 Juni 2022

Pemegang hak siar Piala Dunia 2022

 Grup Media SCM, menghimbau masyarakat tak sembarangan menggelar nonton bareng Piala Dunia 2022 dan EPL. Semua nobar baik itu di perumahan, pos ronda dan kampung kampung hingga cafe, hotel dll harus memiliki izin. Dengan biaya murah yang sudah diterapkan di Indonesia seharusnya pembajakan hak siar sudah tidak ada lagi. Untuk itu pihaknya akan bekerja keras untuk mengampanyekan kesadaran menghargai hak cipta


Jadi buah simalakama sih soal hak siar ini



. Satu sisi penikmat sepakbola disuguhi tayangan2 berkualitas yang tentunya mahal biaya hak siarnya. Namun disisi isi pemegang hak siar ingin hak ciptanya dihargai.


Komentar kalian SOB ??


Share:

Kamis, 09 Juni 2022

USIA ATAU JAM TERBANG ??

 Jakarta – Usia atau jam terbang. Dua kosakata itu acapkali ditanya pemburu berita jelang pertarungan tinju, tak terkecuali pertarungan antara Daud ‘Cino’ Yordan kontra Panya Uthok di Balai Sarbini, Jakarta, pada 1 Juli 2022.



Jelang pertarungan prestisius tersebut, Cino sempat ditanya tentang segala hal terkait calon lawannya tersebut. Salah satunya mengenai jam terbang Panya Uthok.


Menurut Cino, Uthok sudah malang-melintang di dunia tinju pro lebih dulu ketimbang dirinya. Petinju asal Thailand itu juga pernah menjadi juara dunia tinju WBO kelas bantam.

“Saya mendengar rekam jejaknya sangat bagus. Dia begitu berpengalaman,” ujar Cino.

Pernyataan Cino memang benar. Uthok pertama kali tampil di tinju pro menghadapi sesama petinju Thailand, Singdam Singnumpattana, di Rajadamnern Stadium, Bangkok, 27 September 2004.

Itu artinya Uthok lebih dulu mencicipi dunia tinju pro ketimbang Cino saat menjalani debut menghadapi Anshori Anhar Pitulay pada 25 Agustus 2005. Hebatnya, kedua petinju itu menjalani debut dengan kemenangan knock out.

Tapi, jika bicara usia, Cino tentu saja lebih senior ketimbang lawannya tersebut. Petinju asal Sukadana, Kalimantan Barat, itu kini berusia 34 tahun. Bahkan, usianya akan genap 35 tahun pada 10 Juni 2022. Sementara Uthok baru berusia 33 tahun.

Jika acuannya usia, Cino tentu bisa belajar dari George Foreman, petinju tertua asal Amerika Serikat yang meraih gelar juara kelas berat. Foreman saat itu berusia 45 tahun mampu mengalahkan Michael Moorer, yang berusia 26 tahun, pada ronde kesepuluh dalam duel perebutan sabuk WBA di Las Vegas, pada 5 November 1994.

Foreman saat itu mengatakan, kemenangan itu didedikasikan untuk semua temannya yang berada di panti jompo dan semua orang yang di penjara. Foreman lahir di Marshall, Texas, pada 1949 dan memiliki masa kecil yang bermasalah hingga putus sekolah.

Namun, kekurangan itu tak memengaruhi penampilannya di ring tinju. Dedikasi sepenuhnya dicurahkan saat bertarung, termasuk saat menghadapi Moorer.

Share:

Definition List

Unordered List

Support